Cara Meminimalisir Risiko Alergi Pada Bayi
Alergi Pada Bayi - memiliki anak adalah anugerah terindah yang sangat di idam-idamkan pasangan yang sudah menikah. Karena dengan adanya keturunan atau anak akan menambah kebahagian seseorang yang sudah menikah. Akan tetapi, dalam merawat anak banyak risiko yang harus kita hadapi. Mulai dari bayi hingga dewasa berbagai risiko sudah akan kita hadapi. Hal paling sulit merawat anak adalah ketika ia masih bayi, karena masih rentan dengan berbagai penyakit. Salah satu penyakit yang sering dialami anak kecil adalah alergi.
Bila anak terserang alergi sebagai orang tua tentu kita akan sangat merasa sedih dan ikut merasakan sakit yang dialami anak kita. Tapi, apa kah anda tau bahwa ada cara meminimalisir risiko bayi yang terjangkit alergi. Tidak bisa di pungkiri, mengkonsumsi protein pada anak sangatlah penting dalam usia 1000 hari pertamanya. Karena asupan protein yang cukup dan berkualitas akan menentukan kesehatan anak dalam jangka waktu yang panjang.
Hal ini diungkapkan oleh pakar gastroenterologi dan nutrisi, Prof. Yvan Vandenpias. Ia mengungkapkan bahwa, protein dapat mempengaruhi pertumbuhan sistem imun, perkembangan kognitif, dan sistem metabolisme anak. Akan tetapi, dia mengingatkan kepada seluruh orang tua untuk tidak memberikan asupan protein berlebihan kepada anaknya.
Baca Juga : Kronologi Banjir Bandang di Garut. Tanah Pasundan "Menangis"
"Asupan protein yang berlebihan pada 1000 hari pertama, berisiko mempengaruhi kemampuan intelektual anak, meningkatkan risiko diabetes anak, dan risiko gangguan fungsi ginjal dalam jangka waktu yang panjang. Jadi kini istilah lebih banyak lebih baik, tidak lagi berlaku. Justru terlalu banyak asupan protein sama buruknya dengan kekurangan protein,"katanya dalam diskusi Nutrition For Long Term Healt: The Role of Protein, yang diadakan Nestle NANkid pHPro3 pada Rabu (21/9.2016), di Jakarta.
Oleh karena itu, Yvan menyarankan para orang tua untuk memberikan Air Susu Ibu (ASI) untuk bayi dan menghindari susu formula yang mengandung protein tinggi yang tidak sesuai untuk bayi dan dapat membahayakan bayi tersebut.
"Asi tetap yang terbaik karena kandungan nutrisinya. Selain Asi, pilihan kedua terbaik adalah mengkonsumsi protein yang terhidrolisis parsial (partially hidrolyzed). Karena kandungan protein yang telah terhidrolisis, berubah menjadi ukuran yang lebih kecil sehingga lebih mudah di cerna bayi,"tegas Yvan
Baca Juga : Biodata Lengkap Si Entong Fachri Muhammad
Oleh karena lebih mudah di cerna, protein yang terhidrolisis parsial dapat mencegah sembelit pada bayi. Tidak hanya itu, konsumsi protein terhidrolisis parsial juga bisa mengurangi risiko dermatitis atopik. Konsumsi protein ini juga sangat dianjurkan bagi bayi yang memiliki riwayat alergi dalam keluarganya.
Terimakasih sudah mengunjungi blog kami dan membaca artikel diatas. Semoga artikel diatas bermanfaat untuk kalian semua. Dan jangan lupa baca terus artikel Merpatitempur.com dan dapatkan informasi mengenai Berita terbaru, Biodata Artis, Kesehatan, Android, K-Drama dan masih banyak lagi. Lihat di bawah yang ingin anda baca... Terima kasih..
Baca Juga : Fitur Terbaru WhatsApp


0 komentar:
Posting Komentar
KOMENTAR SPAM dan LIVE LINK AKAN DIHAPUS ADMIN...!!!